Thursday, October 22, 2020

Deskripsi singkat TPACK dan penerapannya pada pembelajaran

 

Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) adalah model fremework untuk mengintegrasikan tiga komponen penting, teknologi, pedagogi, dan konten pelajaran. Konsep ini diusulkan oleh Koehler dan Mishra tahun 2006 yang mengembangkan konsep Pedagogical Content Knowledge (PCK).

Konsep PCK yang awalnya dirumuskan oleh Shulman tahun 1986 memandang bahwa setiap guru memiliki dua pengetahuan yang mendasar yaitu, pengahuan konten yang diringi dengan pedagogi. Sebagai contoh, ketika seorang guru fisika mengajarkan tentang gerak jatuh bebas, maka syarat mutlak yang harus dimiliki oleh guru tersebut adalah pengetahuan gerak jatuh bebas dan bagaimana mengajarkan konten tersebut sehingga dapat diterima oleh siswa. Kedua unsur tersebut tidak dapat dipisahkan karena tanpa menguasai konten gerak jatuh bebas guru tidak akan dapat mengajarkan kepada siswa dan tanpa mengetahui bagaima cara mengajarkan konten tersebut, akan sulit diterima oleh siswa. Apabila seorang guru tersebut memiliki keduanya, maka dia tahu cara mengajarkannya secara efektif.

Konsep PCK ini dianggap oleh Koehler dan Mishra belum dapat mewakili pembelajaran abad 21 yang mengiginkan integrasi teknologi ke dalam pembelajaran. Hal ini diilhami perubahan zaman yang tidak lepas dari informasi dan komunikasi teknologi yang sangat mendominasi. Dia mencoba untuk menyamakan kedudukan keluasannya antara pedagogi dan konten yang selama ini sangat mendasar untuk guru. Teknologi tersebut dimaknasi sebagai alat yang tidak hanya yang sederhana seperti pensil, spidol, papan tulis, juga teknologi yang canggih seperti web, internet, smatphone, komputer, dan smartboad. Meskipun teknologi mempunyai makna yang luas, seperti reaktor nuklir, namun dia membatasi bahwa teknologi yang dimaksud adalah teknologi yang digunakan atau dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.

Akibat dari memasukkan teknologi ke dalam konsep PCK ini, framework baru terbangun yang kemudian disebut TPACK, yang melahirkan tiga komponen lama dan empat komponen baru , yaitu technological knowledge (TK) pedagogical knowledge (PK), content knowledge (CK), PCK, technological content knowledge (TCK), technological pedagogical knowledge (TPK), dan TPACK sendiri. Secara lebih jelas dapat ditnjukkan pada Gambar berikut ini.


Gambar Konsep TPACK (diadopsi dari Koehler & Mishra, 2008)

  Gambar tersebut memberi ilustrasi terhadap hubungan ketiga komponen itu. Komponen-komponen yakni C, P dan K yang selanjutnya C menjadi (CK). P menjadi (PK) dan T menjadi (TK) serta hubungan antar komponen dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Content Knowledge (CK) yakni pengetahuan tentang materi pelajaran yang akan dipelajari. Materi tersebut tertuang di dalam kurikulum. Misalnya siswa SMA belajar llmu Kimia, Fisika, Biologi dan Matematika maka batasan materi pelajaran yang tertuang dalam kurikulum hendaknya dimaknai secara menyeluruh. Menurut Shulman et al (1986) mencatat bahwa materi pelajaran mencakup pengetahuan berupa konsep, teori, gagasan, kerangka kerja, metoda yang dilengkapi dengan metoda ilmiah serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: konsep asam basa, teori asam basa, indikator alami, indikator asam basa, pH larutan, tetapan ionisasi asam atau basa.
2.Pedagogy Knowledge (PK) menggambarkan pengetahuan secara mendalam terkait dengan teori dan praktik belajar mengajar yakni mencakup tujuan, proses, metode pembelajaran penilaian, strategi dan lainnya. Pengetahuan pedagogi mensyaratkan pemahaman aspek kognitif, afektif, sosial dan pengembangan teori pembelajaran dan bagaimana teori itu dapat diterapkan di dalam proses pembelajaran. Guru hendaknya memahami secara mendalam dan fokus terhadap pedagogi yang dibutuhkan yakni tentang bagaimana siswa memahami dan mengkonstruksi pengetahuan, sikap dan ketrampilan (Koehler, dkk. 2011). Contoh: konstruksivismeScientificDiscovery LearningProblem based Learning, inkuiri terbimbing, tanya jawab, diskusi, presentasi, observasi, praktikum.
3.Technology Knowledge (TK) adalah dasar-dasar teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mensupport pembelajaran. Contohnya, pemanfaatan software, program animasi, internet akses, model molekul, laboratorium virtual dan lain-lain. Untuk itu, guru membutuhkan penguasai dalam pemprosesan informasi, berkomunikasi dengan TIK dalam pembelajaran. Mishra et al menekankan bahwa pengetahuan dasar, pengetahuan teknologi serta trampil dalam menggunaannya untuk mendukung pemahaman materi pelajaran yang dipelajari. Lebih jauh, penguasan teknologi inilah merupakan tuntutan siswa abad-21 (Jordan, K. 2011). Contoh: google driveonenotechemdrawchemsketchprezzi edmodoyoutubeUleadWindows movie makeravidemux, jmol, hyperchemchemtoolbkchemlectoramoodledokeosATutor, internet, laptop, LCD, video, power point.
4.Pedagogy Content Knowledge (PCK) mencakup interaksi dan terjadinya irisan antara pedagogi (P) dan materi pelajaran (C). Menurut Shulman dalam Koehler et al (2011) bahwa PCK merupakan konsep tentang pembelajaran yang menghantarkan materi pelajaran yang tertuang dalam kurikulum. Hal ini mencakup proses pembelajaran terkait dengan materi pelajaran yang dipelajari serta sistem penilaian peserta belajar. Model pembelajarannya diharapkan dapat menghantarkan peserta belajar secara efektif. Pemahaman hubungan dan irisan antara (P) dan (C) yang secara ringkas menyangkut bagaimana (P) dapat mempengaruhi (C) Menurut Koehler, PCK merupakan seperangkat pengetahuan, kurikulum bidang studi. Transformasi pengetahuan, pedagogi umum, strategi pembelajaran dalam konteks pendidikan (Mishra, P., & Koehler, M. J. 2006). Contoh: Discovery Learning dan konstruksivisme sebagai strategi yang digunakan dalam pembelajaran konsep asam basa, pendekatan inkuiri terbimbing sebagai strategi yang digunakan dalam pembelajaran indikator alami, diskusi siswa terhadap materi konsep asam basa dalam kehidupan sehari-hari.
5.Technology Content Knowledge (TCK) termasuk dalam pemahaman teknologi dan materi pelajaran yang dapat membantu serta mempengaruhi komponen-komponen yang lain (Mishra, P., & Koehler, M. J. 2006). Contoh: penggunaan Google drive yang berisi Lembar Kerja Siswa (LKS) pada materi indikator alami, penggunaan prezzi dan youtube dalam pembelajaran indikator asam basa, edmodo digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan tugas tentang soal pH larutan asam kuat dan basa kuat.
6.Technology Pedagogy Knowledge (TPK) adalah merupakan serangkaian pemahaman bagaimana perubahan pembelajaran terjadi dengan memanfaatkan teknologi yang digunakan untuk mendukung pembelajaran seeara aktif dan dapat membantu serta mempermudah konsep-konsep materi pelajaran. TPK membutuhkan pemahaman keuntungan dan kerugian teknologi yang dibutuhkan yang diterapkan dalam kontek materi pelajaran yang terjadi dalam proses pembelajaran (Schmidt et al. 2009). Contoh: Penggunaan prezzi dan youtube untuk memfasilitasi inkuiri terbimbing dalam diskusi indikator asam basa, penggunaan Google drive yang berisi Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk memfasilitasi Discovery Learning dalam investigasi indikator alami.
7.Technology Pedagogy Content Knowledge (TPACK) merangkum suatu rangkaian dalam pembelajaran dimana kemampuan penguasaan teknologi secara terintegrasi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dari komponen-komponen penyusunnya (C), (P) dan (K). TPACK mensyaratkan terjadinya multi interaksi dan kombinasi antar komponen yakni materi pelajaran, pedagogi dan teknologi. Menurut Mishra dan Koehler, konsep integrasi adalah merupakan keterlibatan berbagai domain/komponen materi dan pedagogi yang dapat mensupport guru. Contoh: Penggunaan prezzi dan youtube dengan strategi inkuiri terbimbing dapat membantu siswa untuk memahami materi indikator asam basa, penggunaan Google drive yang berisi Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan strategi Discovery Learning dapat membantu siswa dalam penemuan dan analisis indikator alami.

Kelebihan dan Tantangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)
  Menurut Stoilescu (2015: 542-543) penggunaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam praktik dan penelitian pembelajaran memiliki beberapa kelebihan penting, antara lain:
1.Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menunjukkan konsistensi dalam pengintegrasian penggunaan teknologi ke dalam konteks yang berbeda.
2.Dengan eksplorasi integrasi TIK di ruang kelas dengan menekankan keterkaitan antara teknologi, pedagogi dan konten, kerangka kerja ini memiliki fondasi teoretis yang cukup mapan.
3.Dengan terus menyadari tiga aspek utama (teknologi, konten, pedagogis) kegiatan di kelas dapat dilacak dan dianalisis.
  Menurut Koehler, Hall, Bouck, & Wolf (2011) meskipun memiliki beberapa kelebihan, TPACK juga memiliki dua tantangan antra lain:
1.

Teknologi baru sering menciptakan peluang baru yang dapat merepresentasikan konten dan pedagogi yang tidak ada sebelumnya.
2.Kebanyakan teknologi yang digunakan guru, biasanya tidak dirancang untuk tujuan pendidikan misalnya digunakan untuk perkantoran, bisnis dan lain-lain.


No comments:

Post a Comment

Pembelajaran Berdiferensiasi dengan MACRO BELAJAR ( Pemanfaatan Chromebook Berbasis Kearifan Lokal ditunjang Augmented Reality (AR ) )

Syaipul Bahri ,   S.Pd,  SDN 14 Bandul Kepulauan Meranti A.        Pendahuluan SD Negeri 14 Bandul merupakan salah satu sekolah dasar n...